Perjuangan Berbuah Manis! Mahasiswa PBA UIN KHAS Jember Sabet Platinum Medal di Ajang SEIBA Internasional
Jember – Tekad dan kerja keras Rizki Eka Saputra, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, akhirnya membuahkan hasil membanggakan. Ia berhasil meraih Platinum Medal dalam lomba kategori monolog pada ajang The 3rd SEIBA International Festival 2025 yang diselenggarakan di UIN Imam Bonjol Padang, pada 30 September hingga 4 Oktober 2025.
Kompetisi seni dan budaya berskala internasional tersebut mempertemukan para peserta dari berbagai negara. Dalam ajang ini, Rizki tampil membawakan karya berjudul “Sang Penjaga Budaya”, yang mengusung pesan tentang pentingnya menjaga nilai-nilai budaya di tengah derasnya arus modernisasi.
“Makna yang ingin saya angkat dari Sang Penjaga Budaya adalah bahwa di zaman modern ini kita harus tetap bisa menjaga kebudayaan kita sendiri,” ungkap Rizki.
Proses persiapan menuju ajang bergengsi tersebut terbilang sangat singkat. Rizki hanya memiliki waktu dua minggu untuk menyusun naskah, berlatih, dan menyiapkan seluruh kebutuhan pertunjukan. Padahal, menurutnya, waktu ideal yang dibutuhkan biasanya mencapai dua bulan. Meskipun demikian, ia tetap berlatih semaksimal mungkin untuk mengikuti perlombaan yang sudah menarik perhatiannya sejak tahun sebelumnya.
Tantangan lain yang dihadapi adalah sulitnya membagi waktu antara jadwal perkuliahan yang padat dan latihan rutin. Namun, kerja keras itu akhirnya terbayar dengan hasil gemilang. Penampilan Rizki yang memadukan unsur budaya dan pesan moral yang mendalam berhasil menarik perhatian dewan juri hingga membawanya meraih penghargaan Platinum Medal.
Tak hanya menjadi ajang pembuktian, SEIBA International Festival juga membuka kesempatan berharga untuk memperluas relasi lintas budaya. Rizki merasa bangga karena melalui ajang ini ia dapat bertemu dan menjalin hubungan dengan berbagai komunitas kesenian dari dalam maupun luar negeri.
Bagi Rizki, kemenangan ini bukan semata soal penghargaan, tetapi juga bentuk kontribusi kecil untuk almamater tercinta.
“Senang rasanya bisa memberi sedikit untuk kampus. Intinya, jika sudah berniat, kita harus berlatih dengan maksimal. Ketika sudah berada di atas panggung, anggaplah itu hari rayamu, karena sebelumnya kamu telah ‘berpuasa’ selama latihan. Yang paling penting adalah totalitas,” tuturnya penuh makna.
Rizki berharap pencapaian ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri di bidang apa pun. Ia percaya bahwa keberhasilan bukan hanya tentang kemampuan, tetapi juga tentang konsistensi dan niat tulus dalam setiap proses yang dijalani.




