Mufrodat Aflamiyah 2025: Mahasiswa PBA UIN KHAS Jember Hadirkan Film Pendek “MASJID” dan “Nanhadhu Ma’an” sebagai Wujud Kreativitas Pembelajaran Bahasa Arab
Jember – Bidang Keilmuan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (HMPS PBA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali menunjukkan inovasi dalam mengembangkan pembelajaran bahasa Arab yang kreatif dan aplikatif. Melalui program kerja bertajuk Mufrodat Aflamiyah, mahasiswa menampilkan dua karya film pendek berjudul “MASJID” dan “Nanhadhu Ma’an”, yang diproduksi oleh kelas B4 dan B5 angkatan 2024.
Program Mufrodat Aflamiyah merupakan kegiatan rutin Bidang Keilmuan HMPS PBA yang bertujuan untuk menghidupkan pembelajaran mufrodat (kosakata bahasa Arab) melalui media audiovisual. Kegiatan ini mengajak mahasiswa untuk mempraktikkan bahasa Arab secara langsung dalam bentuk karya film pendek yang mengandung nilai-nilai edukatif, religius, dan sosial.
Film “MASJID” karya mahasiswa kelas B4 menampilkan suasana kehidupan di sekitar masjid dengan dialog berbahasa Arab bertema peribadatan. Sementara itu, film “Nanhadhu Ma’an” yang diproduksi oleh mahasiswa kelas B5 mengangkat kisah persahabatan dan semangat kebersamaan dalam nuansa bahasa Arab yang komunikatif. Keduanya menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran bahasa Arab dapat dikembangkan secara menarik dan kontekstual.
Salah satu mahasiswa B4 mengungkapkan bahwa proses pembuatan film memberikan pengalaman baru dalam mengasah kemampuan berbahasa dan bekerja sama.
“Kami belajar bukan hanya menghafal mufrodat, tetapi juga bagaimana menggunakannya dalam percakapan dan situasi nyata,” ujarnya.
Perwakilan dari kelas B5 juga menyampaikan hal serupa.
“Melalui film Nanhadhu Ma’an, kami belajar bahwa bahasa Arab bisa dihidupkan dalam karya yang menyenangkan. Ini membuat kami lebih termotivasi untuk terus belajar dan berkreasi,” tuturnya.
Ketua Bidang Keilmuan HMPS PBA menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran inovatif yang mendukung pengembangan kompetensi linguistik dan kreativitas mahasiswa.
“Mufrodat Aflamiyah kami rancang agar mahasiswa PBA bisa mengasah kemampuan bahasa Arab sekaligus memanfaatkan teknologi digital dalam proses belajar. Ini adalah langkah konkret untuk menciptakan pembelajaran yang relevan dan menyenangkan,” jelasnya.
Dosen pembimbing juga memberikan apresiasi terhadap hasil karya mahasiswa. Beliau menilai bahwa kegiatan ini mampu mengubah paradigma pembelajaran bahasa Arab yang semula hanya berpusat pada kelas, menjadi lebih komunikatif, kolaboratif, dan produktif.
Kedua film tersebut telah dipublikasikan melalui kanal YouTube resmi Prodi PBA UIN KHAS Jember dan mendapat respons positif dari dosen serta mahasiswa. Melalui karya ini, HMPS PBA berharap semangat kreatif dan budaya berbahasa Arab di lingkungan kampus terus tumbuh dan berkembang.
“Bahasa Arab tidak hanya dipelajari, tetapi juga dihidupkan. Melalui karya seperti ini, mahasiswa belajar bahwa bahasa bisa menjadi jembatan antara ilmu, seni, dan kreativitas,” pungkasnya.




