Mohammad Taufik, Dari PBA menjadi PNS Guru PAI dan Pendiri Yayasan Yatim Q
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Bahasa Arab merupakan Bahasa dasar untuk memahami agama Islam. Maka tidak heran pula bagi lulusan Bahasa Arab bisa menjadi guru Agama Islam. Sebagaimana yang dialami Mohammad Taufik, putra bungsu dari pasangan Safi’ dan Siti Zainab kini menjadi Pegawai Negeri Sipil Guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama.
Keinginan Taufik mendalami agama Islam telah tumbuh sejak ia lulus Sekolah Dasar. Ia melanjutkan sekolahnya di SMP Nurul Islam Jember. Setelah lulus dari SMP, ia masih merasa kurang dalam menguasai agama Islam di sekolah, maka kemudian meneruskan belajarnya di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk Guluk Sumenep.
Selama berada di pulau garam, ia mulai memiliki hobi membaca dan menulis, ia sangat rajin dan semangat dalam belajar. Setelah lulus dari pondok, pria kelahiran Jember 09 Juli 1980 ini berkeinginan kuliah. Berbekal pengetahuan bahasa Arab yang telah diperoleh selama belajar di pondok, selanjutnya dikembangkan di bangku Perguruan Tinggi dengan masuk di jurusan Pendidikan Bahasa Arab STAIN Jember pada tahun 2000. Dengan semangat belajar yang tinggi, Taufik mampu menyelesaikan studinya sesuai target selama empat tahun.
Sebagai lulusan sarjana, pada tahun 2011 Taufik memberanikan diri untuk mendirikan sebuah yayasan yang diberi nama Yayasan Sahabat Yatim Q. Yayasan ini didirikan bermula karena kebiasaannya selalu berbagi pada sesama khususnya bagi yang membutuhkan. Apalagi ia sangat menyayangi anak-anak yatim. Yayasan ini dapat berdiri sampai sekarang, juga berkat dukungan dan semangat seorang wanita yang selalu setia mendampinginya. Wanita itu bernama Aisyatus Zuhro yang telah ia jadikan sebagai istri dan saat ini mereka telah dikarunia tiga orang anak dari hasil pernikahannya.
“Kebahagiaan dan kesuksesan bisa diraih melalui semangat berjuang, semangat berbagi, semangat berdoa dan semangat berbakti kepada orang tua” Ungkap pria yang memiliki motto hidup Tetaplah dalam kebaikan, jangan bangga karena dipuji dan jangan tumbang karena dicaci.
Meskip telah mendirikan sebuah yayasan, semangat belajar Taufik tidak berhenti sampai disitu. Pada tahun 2012 Ia melanjutkan kuliahnya ke jenjang S2 di program pascasarjana STAIN Jember. Ia dapat menyelesaikan program magister tersebut selama dua tahun, selesai pada tahun 2014. Dan pada tahun yang sama pasca kelulusan magisternya, ia lolos diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil sebagai Guru PAI di SMP Negeri 2 Arjasa.
Saat ini, ditengah-tengah kesibukannya mengajar dan mengurus Yayasan, Taufik tetap melanjutkan studinya di jenjang S3. Sejak tahun 2019 kemarin, dirinya terdaftar sebagai mahasiswa program Doktoral di Pascasarjana IAIN Jember. Selain itu, dirinya juga dipercaya mengemban amanat sebagai Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMP Kabupaten Jember periode 2020-2024. Bahkan, Taufik juga menjadi Pembina Jamaah Shalawat "Ngopi Shalawat" bersama para pemuda dan remaja di Jember.
“Belajar dan berproses dalam bingkai ibadah sepanjang waktu dimanapun berada,” pesannya kepada mahasiswa PBA IAIN Jember. (MAZ)




