Membanggakan! Tiga Kaligrafi Mahasiswa PBA Lolos di Pameran Internasional
Jember, PBA
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab FTIK IAIN Jember. Kali ini, mereka telah berhasil mengharumkan nama kampus IAIN Jember dan Negara Indonesia atas keberhasilannya dalam mengikuti Pameran Kaligrafi Arab yang diadakan di Baghdad, Irak.
Dikarenakan dunia masih dalam masa pandemi, maka acara yang dihelat oleh Jam'iyyah al-Khatthatin al-'Iraqiyyin (Komunitas Kaligrafer Irak) ini dilaksanakan secara virtual. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bahasa Arab Dunia, yakni pada 18 Desember 2020.
Pameran kaligrafi tingkat Internasional ini tentu diikuti oleh berbagai peserta dari berbagai Negara khususnya Timur Tengah, seperti Mesir, Irak, dan lain sebagainya. Hanya ada beberapa orang saja dari Indonesia, termasuk di dalamnya sembilan orang dari IAIN Jember. Tiga di antaranya berasal dari Prodi PBA, sedang enam lainnya berasal dari Prodi yang berbeda.
Ketiga mahasiswa Prodi PBA tersebut adalah: Ahmad Kamil Fadholi (Semester 7), M. Romy Faslah (Semester 7), dan M. Nuril Kahfi (Semester 3). Ketiganya tercatat sebagai mahasiswa aktif di Prodi PBA FTIK IAIN Jember, dan mereka merupakan anggota ICIS (Institute of Culture and Islamic Studies) di kampus yang sama.
ICIS ini merupakan wadah bagi para mahasiswa IAIN Jember yang ingin mendalami keilmuan dan kesenian Islam, yang salah satunya adalah seni kaligrafi Islam. Disinilah ketiganya berproses belajar dan mendalami pengetahuan tentang kaligrafi, termasuk dalam mempersiapkan pameran internasional yang mereka ikuti tersebut.
Ahmad Kamil Fadholi, melalui pesan WhatsApp menceritakan bahwa persiapan yang dilakukan memakan waktu sekitar 1 minggu, yaitu penentuan lafadz, proses latihan dan bimbingan (tashih) kepada guru, serta mempersiapkan kertas khusus yang akan digunakan sebagai media, yaitu kertas muqohhar.
Putra dari pasangan alm. Jasuli dan Rusyati ini pun menyampaikan, bahwa salah satu dari persyaratan yang tertulis ialah, jenis teks/tema dan kaligrafi yang dipakai tidak dibatasi, entah itu Naskhi, Tsuluts, Riq'ah, Diwani, dan lain-lain. "Namun khat yang dipakai harus terselamatkan dari kaidah khat umumnya, dalam artian khat yang dipakai untuk pameran ialah khat berstandar kaidah khat," tegasnya.
M. Romy Faslah, dalam kesempatan lain merasa sangat bersyukur bisa mengikuti pameran kaligrafi tersebut. "Saya ucapkan banyak terimakasih kepada guru-guru kami yang ikhlas membimbing proses pembelajaran kami dari tidak paham menjadi paham, dari tidak tau menjadi tau, dan dalam pameran ini saya menjadi lebih semangat, dan kami juga berharapan kepada teman-teman yang lain, adik-adik bisa lebih semangat juga," ujar lulusan MAN 2 Jember ini.
Ke depan, mereka bercita-cita memiki kesempatan untuk menulis mushaf al-Qur'an, dan berharap masih diberikan kesempatan untuk tetap mengasah tulisan dan berpartisipasi di segala bentuk event kaligrafi. "Cita-cita ke depan, ingin menyelesaikan semua jenis khat dengan berstandar sanad," ujar Kamil menegaskan.
Keluarga besar Prodi PBA FTIK IAIN Jember menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas prestasi yang telah diraih. Semoga ini dapat menjadi motivasi baik bagi diri sendiri, maupun mahasiswa lain. Tahiyyah 'Arabiyyah! [dkn]




