Mari Berkenalan dengan MAHER, Maskot Pameran Arab IV
Jember, PBA
MAHER adalah nama dari seekor maskot kura-kura kebanggan warga PBA, sebagai interpretasi dari kekuatan mereka saat melangkah maju mencapai tujuan walaupun harus memikul beban berat di pundaknya. Kendati dalam keadaan sulit, seekor kura-kura tetap konsisten untuk terus melangkah. Selaras dengan tema Ma'rod Arobiy IV pada tahun ini, yaitu "berkompetisi untuk mengembangkan potensi di tengah pandemi". Nama ini juga sebagai do'a untuk seluruh warga PBA IAIN Jember agar cakap dan mahir dalam menguasai empat maharah bahasa Arab.
Adapun filosofi dari maskot tersebut adalah:
Tempurung, reflesksi dari rumah yang menjelaskan keadaan peserta lomba saat diharuskan bertartisipasi from home saat masa pandemi.
Libas, adalah pakaian rompi putih berkancing menunjukkan sikap penuh sportifitas saat perlombaan.
Keffieh, yang juga dikenal sebagai Gutrah yang menjadi penutup kepala tradisional khas Timur Tengah sebagai identitas perlombaan bahasa Arab.
Sikap Tegap, menunjukkan sikap semangat dan antusiasme warga PBA saat mengikuti perlombaan Ma'rod Araobiy IV.
Zeiburhanus Saleh, selaku Kaprodi PBA memiliki filosofi sendiri tentang MAHER. Hal itu diungkapkannya sebagai bentuk memberikan semangat kepada seluruh mahasiswa agar antusias dalam mengikuti perlombaan tersebut. "Masa indah di pandemi ini, Akan bermakna dan berarti, Hanya bagi mahasiswa yang mengerti, Energi dan potensi diri, Raihlah dalam Maher. Tunjukkan potensimu.... Tahiyyah 'Arabiyyah!," ujarnya kepada seluruh mahasiswa yang tersebar melalui broadcast WhatsApp. [dkn]




