Mahasiswi PBA UIN KHAS Jember Raih Pengalaman Multikultural Lewat Asistensi Mengajar di Thailand
Jember – Salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember berhasil menorehkan pengalaman internasional melalui program Asistensi Mengajar (Asjar) di luar negeri. Dia adalah Nazela Hidayah, mahasiswi semester 7 asal Sidoarjo yang menjalankan tugas pengabdiannya di Chumchon Ban Sako School, wilayah Sri Sakhon, Narathiwat, Thailand, mulai 14 Mei hingga 10 Juli 2025.
Nazela mengaku, keikutsertaannya dalam program asjar di Thailand berawal dari tekad untuk menantang diri keluar dari zona nyaman.
“Saya ingin merasakan langsung bagaimana cara beradaptasi dengan perbedaan bahasa, budaya, dan sistem pendidikan di luar negeri. Selain itu, saya juga ingin membuktikan bahwa mahasiswa PBA mampu berperan dan memberikan kontribusi di kancah internasional,” ungkapnya.
Selama dua bulan menjalankan tugas, Nazela mengajar tiga bahasa sekaligus, yaitu Bahasa Arab, Melayu, dan Inggris untuk siswa kelas dua tingkat menengah. Meskipun sempat mengira tantangan bahasa akan menghambat proses belajar, nyatanya antusiasme para siswa justru menjadi kekuatan tersendiri baginya.
“Pengalaman paling nggak terlupakan waktu pertama kali saya ngajar, siswa-siswa Thailand antusias banget walaupun bahasa jadi kendala. Dari situ saya sadar, semangat belajar itu nggak kenal batas bahasa,” kenangnya.
Dalam proses mengajar, Nazela tidak hanya fokus pada penyampaian materi, tetapi juga menciptakan suasana kelas yang menyenangkan. Lagu, gambar, dan permainan edukatif menjadi strategi utama agar pembelajaran terasa hidup.
“Saya belajar bahwa jadi guru itu bukan cuma soal menyampaikan materi, tapi juga membangun suasana kelas yang hangat dan menyenangkan,” tuturnya.
Selain mengajar, kedekatannya dengan para guru dan siswa lokal juga memberikan kesan mendalam. Panggilan hangat “Kak Sela” dari para siswa, serta momen-momen sederhana seperti makan bersama guru lokal menjadi bagian tak terlupakan dari perjalanannya.
Ketika ditanya mengenai kiat sukses lolos program asjar luar negeri, Nazela memberikan pesan inspiratif kepada mahasiswa lain yang ingin mengikuti jejaknya:
“Pertama, niatnya harus kuat. Kedua, siapkan mental dan komunikasi. Tunjukkan kemampuan Bahasa Arab dan Inggris, dan jangan lupa attitude positif: disiplin, tanggung jawab, dan bisa kerja tim. Kalau semua itu ada, insyaAllah peluang buat lolos terbuka lebar.”
Pengalaman Nazela menjadi bukti bahwa mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab memiliki peluang luas untuk berkiprah tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga dunia internasional. Semangat pengabdian lintas budaya yang ia bawa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berani melangkah lebih jauh.




