Mahasiswa PBA UIN KHAS Jember Raih Gold Medal di Ajang Internasional Lewat Film “Sekoper Penuh Doa”
Jember - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember (UIN KHAS), R. Muhammad Nabrizul Haq Hidayat asal Bojonegoro, berhasil meraih Gold Medal dalam ajang The 3rd SeIBA International Festival 2025 yang diselenggarakan di UIN Imam Bonjol Padang pada tanggal 30 September sampai 4 Oktober 2025.
Festival bersekala internasional bertema “Diversity of Nusantara Cultures” ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari lima negara dan 16 PTKIN, menampilkan berbagai karya budaya, film, musik, dan seni lintas negara.
Dalam ajang tersebut, film pendek berjudul “Sekoper Penuh Doa” karya tim UIN KHAS Jember sukses menarik perhatian juri. Film ini terinspirasi dari lukisan karya Gus Marzuki, seorang seniman spiritual dan tasawuf, yang kemudian dikembangkan menjadi kisah tentang perjuangan dan kesabaran dalam menghadapi hidup. Ceritanya menggambarkan realita anak muda yang penuh tekanan, namun tetap diajak untuk bersabar dan percaya pada rencana Tuhan.
Izul berperan sebagai Surip aktor utama dalam film tersebut, juga turut membantu berbagai bagian produksi bersama timnya, yakni: Muhammad Rifqi Ahzami (HK) sebagai sutradara dan penulis naskah, Muhammad Avan Difantara (Tadris IPA) sebagai Director of Photography, Bagus Kurniawan (KPI) sebagai penata artistik dan properti, serta Seif Aghil Maulana (PAI) sebagai aktor pendukung. Untuk mendalami karakter tokoh yang diperankannya dengan serius, izul melakukan berbagai cara agar bisa menampilkan emosi yang realistis.
"Sebagai aktor utama, saya harus memahami betul karakter tokohnya,latar belakangnya, masalah, hingga perasaannya. Bahkan selama tiga hari saya sengaja tidak tersenyum dan sering memutar lagu sedih supaya bisa merasakan apa yang dialami tokoh,” Ungkapnya.
Mahasiswa semester 3 ini juga menuturkan bahwa kerja sama tim menjadi kunci utama keberhasilan mereka. Meski alat produksi terbatas dan sebagian besar proses dilakukan dengan peralatan sederhana, semangat dan kekompakan tim tidak pernah surut hingga film tersebut akhirnya berhasil meraih medali emas di tingkat internasional.
“Saya merasa ini sebuah kehormatan bisa membawa nama universitas di kancah internasional bersama teman-teman yang luar biasa. Saya bukan orang yang paling berprestasi, tapi saya selalu gelisah kalau berhenti mencoba. Jadi, mari sama-sama semangat terus,” ujar Izul.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi UIN KHAS Jember, terutama Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, karena menunjukkan bahwa mahasiswa PBA tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menorehkan karya di ranah seni dan budaya.




