info.pba@iain-jember.ac.id 082330629941

Inilah Keutamaan Puasa Arafah, 9 Dzulhijjah

Home >Berita >Inilah Keutamaan Puasa Arafah, 9 Dzulhijjah
Diposting : Kamis, 30 Jul 2020, 14:12:21 | Dilihat : 37932 kali
Inilah Keutamaan Puasa Arafah, 9 Dzulhijjah


PBA- Hari ini, Kamis, 30 Juli 2020 bertepatan dengan tanggal 9 Dzulhijjah 1441 H. Sebagaimana sudah diketahui umat Islam pada umumnya, bahwa terdapat amalan berpuasa yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) pada bulan Dzulhijjah ini, yakni Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.

Adapun Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, yakni pada saat orang yang melaksanakan ibadah haji sedang melakukan ritual wukuf di Padang Arafah. Oleh karenanya, umat muslim dihimbau untuk menjalankan puasa Arafah, agar dapat merasakan apa yang dirasakan orang yang sedang melakukan wukuf di padang Arafah.

Sedangkan Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah, atau hari sebelum wukuf di Arafah dilaksanakan. 

Lalu apa saja dalil landasan dan keutamaan dilaksanakannya dua puasa ini dalam bulan Dzulhijjah? 

Berikut informasi tentang dalil dan kamikeutamaan yang telah kami rangkum dari Situs NU Online.

 

~Puasa Tarwiyah

Landasan hadits keutamaan yang diperoleh dengan menjalankan puasa Tarwiyah adalah sebagai berikut:

“Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun,” (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnun Najar).

Namun sebagian ahli hadits mempermasalahkan riwayat ini karena memuat seorang perawi yang bermasalah. Mereka menyimpulkan bahwa hadits ini tidak dapat dijadikan sandaran atau hujjah syar’iyyah.

Meski demikian, anjuran untuk mengamalkan puasa tarwiyah dapat ditemukan dari dalil umum sejumlah hadits yang mengajak umat Islam untuk beramal saleh terutama pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Berikut ini adalah salah satu hadits riwayat Ibnu ‘Abbas RA dalam Sunan At-Tirmidzi, yang artinya:"

Rasulullah bersabda, ‘Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk diisi dengan ibadah sebagaimana (kesukaan-Nya pada) sepuluh hari ini,’” (HR At-Tirmidzi).

Hadits lain yang memperkuat anjuran amal saleh pada 10 hari pertama Dzulhijjah adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, yang artinya: “Dari Ibnu Abbas dengan kualitas hadits marfu'. ‘Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih disukai Allah pada hari itu dari pada hari-hari ini, maksudnya sepuluh hari Dzulhijjah.’ Kemudian para sahabat bertanya, ‘Bukan pula jihad, ya Rasulullah?’ Rasul menjawab, ‘Tidak pula jihad di jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar membawa diri dan hartanya kemudian ia pulang tanpa membawa apa-apa lagi,’" (HR Bukhari).

Dari berbagai keterangan ini, ulama dari Mazhab Syafi’i menganjurkan umat Islam untuk mengisi 10 hari pertama Dzulhijjah dengan amal saleh, termasuk puasa sunnah tarwiyah 8 Dzulhijjah. Keterangan ini kita dapat dari Syekh M Nawawi Banten sebagai berikut:

“(Kedelapan) puasa delapan hari sebelum hari Arafah (dianjurkan) bagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji maupun mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji,” (Syekh M Nawawi Banten, Kitab Nihayatuz Zain, [Bandung, Al-Maarif: tanpa tahun], halaman 197).

 

~Puasa Arafah

Keutamaan bagi yang menjalankan ibadah puasa Arafah adalah, Allah akan mengampuni dosa-dosanya selama satu tahun ke depan. Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Muslim:

"Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu,” (HR Muslim).

Mayoritas ulama bersepakat bahwa dosa yang dapat dihapus oleh amalan puasa hari Arafah 9 Dzulhijjah ini adalah dosa kecil. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim-nya menjelaskan sebagai berikut:

"Demikian juga ‘Puasa hari Arafah 9 Dzulhijjah menjadi kafarah (dosa) dua tahun, dan hari Asyura menjadi kafarah (dosa) setahun. Bila seruan 'amin'-nya berbarengan dengan 'amin' para malaikat, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.’ Jawaban yang dikedepankan para ulama adalah bahwa setiap satu dari dari semua amal yang tersebut itu layak menjadi kafarah. Jika terdapat dosa kecil yang mesti dihapus, maka amal itu akan menghapusnya. Tetapi jika tidak berhadapan dengan dosa kecil tetapi tidak dosa besar, maka amal itu akan menjadi catatan kebaikannya dan mengangkat derajatnya. Jika amal ibadah itu berhadapan dengan satu atau sekian dosa besar dan tidak dosa kecil, kita berharap amal ibadah itu dapat meringankan siksa atas dosa besar tesebut. Wallahu a’lam.” (Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim).

Abdurrauf Al-Munawi dalam Kitab Faidhul Qadir menjelaskan hadits, (Puasa Arafah dapat mengugurkan dosa dua tahun,) dosa tahun (lalu) yaitu dosa pada tahun yang sedang berjalan (dan dosa pada tahun kemudian) yaitu tahun sesudahnya. Puasa hari Arafah dapat menjadi kafarah bagi dosa dua tahun orang yang mengamalkannya. Dosa yang dimaksud pada hadits ini adalah dosa kecil.

Adapun berikut ini adalah keutamaan puasa hari Arafah 9 Dzulhijjah berdasarkan hadits riwayat Imam Baihaqi melalui Sayyidah Aisyah RA, yang artinya “Dari Sayyidah Aisyah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘(Keutamaan) Puasa hari Arafah seperti puasa 1000 hari (di luar hari Arafah),’” (HR Baihaqi). Wallahu a‘lam. [dkn]

Sumber: 

https://islam.nu.or.id/post/read/121769/keutamaan-puasa-tarwiyah-8-dzulhijjah

https://islam.nu.or.id/post/read/121912/ini-keutamaan-puasa-arafah-9-dzulhijjah

 

 

Berita Terbaru

Informasi teknis perkuliahan di bulan Ramadhan
25 Feb 2026By oprpba
Rapat Koordinasi Persiapan Perkuliahan Semester Genap TA 2025/2026 FTIK UIN KHAS Jember
12 Feb 2026By oprpba
Langkah Gemilang Mahasiswi PBA UIN KHAS Jember di Universitas Annuqoyyah
05 Feb 2026By oprpba

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru

Lowongan

;
homescontents görükle escort bursa escort Проститутки Бишкек deneme donusu istanbul eskort gaziantep escort gaziantep escort deneme bonusu veren siteler
homescontents