HMPS PBA Adakkan Diskusi Online di Tengah Pandemi Covid-19
Mewabahnya Corona Virus Disease (Covid-19) di dunia mengakibatkan terkendalanya berbagai kegiatan dan aktivitas. Sehingga tidak sedikit atau bahkan mayoritas masyarakat, baik individu ataupun kelompok mengalami kerugian. Hal ini dikarenakan berbagai acara yang sudah direncanakan sejak awal menjadi terkendala bahkan urung dilaksanakan. Sehingga guna meminimalisir kerugian, banyak kegiatan yang dialihkan via online.
Di tengah mewabahnya pandemi covid 19 ini, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember mengadakan Diskon (Diskusi Online).
Diskusi Online ini diadakan dalam rangka meningkatkan semangat belajar mahasiswa Program Studi (Prodi) PBA IAIN Jember ditengah pandemi covid 19 ini. Sehingga, dengan diadakannya diskusi online ini diharapkan dapat membangkitkan semangat mahasiswa untuk tetap belajar dan aktif ditengah mewabahnya pandemi covid 19 dan physical distancing yang diberlakukan oleh pemerintah.
Pendaftaran diskusi online dibuka sejak tanggal 15 April 2020. Diskusi online ini dilaksanakan pada tanggal 18 April 2020 dengan mengangkat tema “Reaktualisasi eksistensi Bahasa Arab sebagai Pilar Peradaban dan Kebudayaan Islam Nusantara”.
Pemateri pada diskusi online ini adalah Mohammad Alfarisi, Demisioner HMPS PBA IAIN Jember dengan moderator dari Bagian Bahasa HMPS PBA IAIN Jember, Ainatus Syafaqoh.
Diskusi online yang dihadiri oleh kurang lebih 40 peserta ini berjalan sekitar 90 menit, dengan pembagian waktu 45 menit untuk pemateri menjelaskan dan 45 menit terakhir untuk diskusi bersama. Para peserta aktif bertanya dan berdiskusi menyangkut tema yang diangkat pada diskusi online kali ini.
Yang pertama kali mencetuskan ide dilaksanakannya diskusi online ini adalah ketua HMPS PBA IAIN Jember dan bidang Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) HMPS PBA IAIN Jember.
Mohammad Fayyad, selaku ketua HMPS PBA IAIN Jember mengatakan, “Diskusi ini sebagai langkah awal bagi HMPS PBA untuk kedepannya tetap kreatif mengadakan agenda-agenda online seperti diskusi dan seminar. Karena banyak program kerja yang seharusnya bisa dilaksanakan secara offline menjadi terkendala karena mewabahnya covid-19 ini. Harapannya, mahasiswa tetap aktif, kreatif, dan produktif meskipun sudah di rumah masing-masing,” ujarnya.
Diskusi online ini dimulai pada pukul 19:00 WIB melalui Platform Zoom di rumah masing-masing. Seperti diskusi pada umumnya, Diskusi Online dibuka oleh moderator yang kemudian mempersilahkan pemateri untuk memberikan materi diskusi sesuai dengan tema yang telah diangkat. Selang 45 menit, dilanjutkan sesi diskusi oleh para peserta dan pemateri yang dipimpin oleh moderator.
“Untuk pembuatan konsep pada diskusi online ini, kita memerlukan waktu satu hari, karena memang pada awalnya agenda ini tidak masuk dalam program kerja dan tidak direncanakan. Diskusi ini sebagai pengisi kevakuman kegiatan HMPS.” Terang Fayyad.
Beberapa kendala yang terjadi pada diskusi online ini adalah minimnya jaringan pada beberapa peserta yang hadir pada diskusi online saat itu. Selain itu, kurangnya pemahaman peserta dalam penggunaan aplikasi zoom mengakibatkan terkendalanya keefektifan diskusi kali ini, seperti ketika ditengah pemateri menjelaskan terjadi kecolongan suara dari peserta diskusi online yang tidak mengatur suara pada aplikasi zoom miliknya. Sehingga ada suara-suara dari peserta lain yang masuk ketika pemateri sedang menjelaskan. Akan tetapi, meskipun begitu, diskusi berjalan lancar dan aktif. Bahkan, ketika diskusi online ini telah berakhir, beberapa peserta masih berdiskusi ringan dan bertukar pikiran mengenai tema diskusi ini. [laila/dkn]




