HMPS PBA Adakan Pelatihan Pengelolaan Jurnal
Selasa, 24 November 2020, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiah Dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Jember melaksanakan Pelatihan Pengelolaan Jurnal, yang diikuti oleh pengelola Jurnal Muhibbul Arabiyyah dan juga non-pengelola.
Seperti telah diketahui bahwa kini Prodi PBA memiliki jurnal baru yang dikelola oleh pengurus HMPS PBA yang dibawahi langsung oleh Wadek III FTIK IAIN Jember, Zainal Abidin, yaitu Jurnal Muhibbul Arabiyyah.
"Oleh karena itu pelatihan ini diadakan, agar mahasiswa mampu menulis artikel ilmiah untuk di-publish di jurnal tersebut," ujar Fayyad, Ketua HMPS PBA dalam sambutannya.
Pelatihan ini diisi oleh Dwi Khoirotun Nisa', yang merupakan Dosen Prodi PBA sekaligus Tim Reviewer Jurnal Muhibbul Arabiyyah.
Berbicara mengenai jurnal, jurnal adalah publikasi ilmiah yang berisi kumpulan artikel dan pada umumnya terbit secara reguler, misalnya dua kali atau empat kali dalam kurun waktu satu tahun. Jurnal pada umumnya berisi sejumlah referensi yang menjadi rujukan penulisan tiap artikel. Jenis artikel yang ditulis tidak sebatas laporan penelitian saja, namun juga bisa berupa kajian literatur. Demikian kutipan materi dalam pelelatihan itu.
Selain jurnal ilmiah, materi yang disampaikan juga meliputi tata cara penulisan artikel ilmiah dan upaya menghindari plagiarisme. Narasumber lebih menekankan untuk menghindari plagialisme dalam penulisan artikel ilmiah, karena itu merupakan kejahatan akademik.
Acara pelatihan jurnal ini selain dilakukan secara tatap muka juga diikuti beberapa peserta secara virtual melalui Google Meet.
Acara berjalan dengan lancar. Saat sesi diskusi dan tanya jawab, peserta tampak antusias bertanya, baik secara offline maupun online.
Salah satu pertanyaan yang disampaikan oleh Farida, Mahasiswi PBA Semester 5 mengenai bagaimana bagi tips bagi penulis pemula agar tidak malu dikritik. Maka pemateri pun menjawab, bahwa ketika seseorang itu menulis, maka ia harus memiliki mental yang kuat dalam menerima kritikan dari berbagai pihak.
"Yang penting jangan baper. Anggap kritikan itu bagian dari proses untuk belajar dan menjadi lebih baik," tandasnya. [Fifin Anggriani]




