Tahun 2020, Maqqy Maulana Hidayat, adalah mahasiswa baru di Prodi Pendidikan Bahasa Arab FTIK PBA UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
Alumni MAN 1 Jember ini sebenarnya memiliki mimpi untuk melanjutkan kuliah di Timur Tengah, bahkan sudah sempat mempersiapkan berbagai dokumen untuk pendaftaran. Namun Wabah Covid-19 yang melanda dunia saat itu, menjadi penghalang utama dalam proses pendaftaran. Akhirnya, ia pun memilih untuk mendaftarkan diri pada Prodi PBA UIN KHAS Jember.
~Prestasi Selama Kuliah
Selama proses perkuliahan, Maqqy--sapaan akrabnya, menjadi mahasiswa yang cukup aktif dan berprestasi dalam meningkatkan keterampilan berbahasa. Ia pernah menjari Juara 1 Lomba Vlog Bahasa Arab (2021), dan juga menulis artikel pada Jurnal Muhibbul Arabiyah (2022) dengan judul: Implementasi Pembelajaran Bahasa Arab Untuk Anak-anak di Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Jember.
Tak hanya itu, pada tahun berikutnya ia juga lolos menjadi peserta KKN Nusantara di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Pengalaman menjalani KKN di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia inilah yang kemudian memberikan inspirasi dalam penulisan skripsinya. Kebetulan saat itu, salah satu kegiatannya adalah mengajar bahasa Arab di salah satu pondok pesantren, di mana mayoritas orangtua santrinya bekerja menjadi TKI di Malaysia.
Akhirnya ia pun mampu menyelesaikan pendidikan S1 di Prodi PBA selama 3,5 tahun, dengan judul tugas akhirnya "Ta'tsir at-Thariqah as-Sam'iyyah as-Syafawiyyah fi Tarqiyati Itqan al-Mufradat al-'Arabiyyah bi al-Ma'had al-Islamy Mutiara Bangsa Sebatik Kalimantan Utara".
~Suka Tantangan
Setelah lulus, Maqqy menjadi pengajar di Ma'had MAN 1 Jember. Sembari mengabdi di alamamaternya tersebut, layaknya freashgraduate lainnya, ia juga mencoba peruntungan dengan mendaftar pada setiap pekerjaan, meski di luar kompetensi utama. Salah satunya, ia pernah mendaftar menjadi MT (Manajemen Traine) di salah satu perusahaan multinasional. Namun, keberuntungan belum berpihak padanya.
Ia pun sempat berencana, jika sampai akhir tahun belum mendapatkan pekerjaan, ia akan melanjutkan S2. "Tapi di lubuk hati saya, besar keinginan untuk mencoba hal baru, memperdalam kemampuan, menambah relasi dan pengalaman di dunia kerja, lalu melanjutkan studi S2 ketika saya benar-benar merasa permasalahan yang saya temui sudah cukup kompleks untuk saya selesaikan lewat pendidikan lanjutan," ujarnya melalui pesan whatsapp (22/06/2026).
Akhirnya Pembukaan CPNS Tahun 2024 menarik perhatiannya. Maqqy mempelajari setiap formasi lulusan Pendidikan Bahasa Arab saat itu. Ada beberapa macam, seperti Guru Bahasa Arab dan Penerjemah Haji dan Umrah (Kementrian Agama RI), juga Penyuluh Bahasa (Kemendikbud RI). Namun, hati kecilnya tertarik pada satu formasi Penerjemah Bahasa Arab di Kejaksaan RI.
Secara administratif, formasi Penerjemah Bahasa Arab di Kejaksaan RI lebih kompleks dan rumit di banding formasi lainnya. Namun, justru itu yang menarik perhatian Maqqy, karena pihaknya sangat menyukai tantangan. Ia pun mempersiapkan segalanya, mulai dari surat kemampuan bahasa (TOAFL), surat keterangan sehat, dan lain sebagainya.
Ternyata di balik formasi yang hanya dibutuhkan satu se-Indonesia, pelamarnya dikatakan sebagai pelamar terbanyak dengan skala perbandingan dibanding formasi lain yang dibuka oleh Kejaksaan. Saat itu Kejaksaan RI masuk dalam 5 besar instansi dengan minat pelamar tertinggi dengan jumlah 8000-an pelamar.
Akhirnya hari-hari Maqqy dilewati dengan mempelajari berbagai soal SKD melalui youtube, try out, dan buku yang dibelinya. "Jenuh pasti ada, tapi entah mengapa semangat saya semakin besar mengetahui bahwa Kejaksaan RI memiliki atase yang berada di wilayah Timur Tengah. Ini seolah kembali mendekatkan mimpi saya untuk belajar dan hidup di Timur Tengah," tegasnya dengan penuh semangat.
Singkat cerita, Maqqy pun berhasil lolos Tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan saat itu ia berada pada peringat ke-2. Akhirnya ia pun bisa melanjutkan pada tahap berikutnya, Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di mana hanya diambil 3 orang saja.
Selanjutnya ia pun segera mempelajari dan mendalami teori penerjemahan, mengenali instansi Kejaksaan RI, bagaimana trek record Kejaksaan, melatih kemampuan interview, serta melatih fisik, seperti berlari dan lain sebagainya. Tahap SKB di Kejaksaan RI terdiri dari 5 rangkaian tes, yaitu: psikotes, CAT, tes jasmani dan rohani, serta wawancara/interview.
"Saat proses SKB ini yang paling challenging bagi saya adalah bagian wawancara atau interview. Karena selama proses percobaan saya sebelumnya seringkali saya lebih sering gagal pada proses interview/wawancara. Benar, saat sesi ini saya nervous," ungkap Maqqy.
~Lolos Menjadi Penerjemah Kejaksaan
Setelah beberapa waktu berlalu dengan mengikuti tahap-tahapan yang ada, akhirnya muncul kabar final seleksi Penerimaan CPNS 2024. Nama Maqqy Maulana Hidayat menjadi satu-satunya yang lolos untuk menjadi penerjemah bahasa Arab di Kejaksaan RI.
"Alhamdulillah syukur atas kemudahan dari Allah dan tentu dukungan keluarga, kerabat yang sangat berarti bagi saya," ucapnya dengan penuh bahagia.
Dan pada tanggal 26 Mei 2026, Maqqy dan rekan-rekannya di Kejaksaan RI telah resmi dilantik menjadi PNS.
Setelah kurang lebih satu tahun menjadi CPNS yang ditempatkan di Kejaksaan RI sebagai Penerjemah Bahasa Arab, Maqqy melihat bahwa hanya ia saja yang menjadi penerjemah dari kota kecil yang mungkin tidak dikenal banyak orang. Rekan-rekannya sesama penerjemah (bahasa Inggris dan Mandarin) berasal dari kota besar. Sedangkan Maqqy menjadi satu-satunya yang berasal dari Jember, dan ditempatkan di Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan.
~Pesan untuk Adik Tingkat PBA
Setelah melewati berbagai fase, Maqqy berpesan kepada adik-adik tingkat di Prodi Pendidikan Bahasa Arab untuk jangan pernah berkecil hati jika kamu berasal dari kota kecil. Karena keahlian Bahasa Arab memiliki peluang karir yang sangat luas dan strategis, tidak hanya di ranah pendidikan, tetapi juga di instansi pemerintah, hukum, dan hubungan internasional. "dan jangan menutup diri pada hal baru, eksplor sebanyak-banyaknya untuk membuka peluang lain yang tidak terduga," tandasnya.
Ia berharap semoga sedikit cerita dan perjalanannya sebagai salah satu alumni PBA UIN KHAS Jember ini bisa diambil kebaikannya. "Buang buruknya, insya Allah jalan adek-adek disini bisa jauh lebih mudah dan membanggakan nama almamater kita nantinya. Semangat dan fokus belajarnya," pungkasnya.